Corner With Love Eps 15

Wednesday, December 22, 2010
Share on: Twitter, Facebook, Delicious, Digg, Reddit

Cerita Drama Asia (taiwan) Corner With Love eps 15

Corner With Love eps 13



Sinopsis Corner With Love
Episode 15


Setelah menelepon mantan asistennya Xi Xian, Xin Lei sadar bahwa apa yang terjadi pada Nenek Mu Dan adalah murni kesalahannya di masa lalu. Setelah menangis semalaman, paginya ia memohon pada A Da supaya boleh diajak untuk menjenguk ke rumah sakit.

Namun sesampai disana, Xin Lei kembali menjadi sasaran kemarahan Qin Lang, yang tidak mempercayai setiap ucapan gadis itu dan menganggap kalau ulah Shang Dong yang menyerahkan segepok uang adalah atas suruhannya. Belakangan lewat penuturan A Da, Qin Lang akhirnya sadar bahwa semua anggapannya tidak benar, dan langsung berlari untuk menyusul Xin Lei.

Sayang gadis yang dicari sudah keburu naik bis untuk menuju ke tempat Shang Dong menginap, meski bukan dengan tujuan seperti yang dibayangkan Qin Lang. Di hadapan Shang Dong, Xin Lei mengaku tidak bisa ikut pulang ke Shanghai karena ia sudah mencintai orang lain yaitu Qin Lang. Datang belakangan, Qin Lang malah diceramahi oleh Shang Dong soal perbedaan statusnya dengan Xin Lei.

Sempat tercenung melihat kegigihan Xin Lei saat menjajakan tiram, Qin Lang kembali melakukan kebodohan saat dirumah. Meski sudah dicium bibirnya dan Xin Lei dengan terang-terangan mengaku mencintai pemuda itu, Qin Lang yang masih terngiang-ngiang oleh ucapan Shang Dong malah berusaha untuk menyakiti hati gadis malang itu dengan mengusirnya.

Tidak cuma itu, Qin Lang mengambil sepatu pemberiannya dan dengan bersepeda membuangnya di tempat yang jauh. Siapa sangka, dengan langkah tertatih-tatih Xin Lei berusaha mengejar dan akhirnya berhasil mendapatkan kembali sepatu kesayangannya. Sambil mendekap benda berharga itu, ia cuma bisa menangis tersedu-sedu.

Keesokan harinya, Xin Lei memberanikan diri untuk kembali menjenguk Nenek Mu Dan. Selain membeberkan semua kebohongan termasuk hubungannya dengan Qin Lang yang sebenarnya, gadis itu juga berjanji bakal kembali mendapatkan sertifikat rumah dari tangan ayah Xiao Yang. Keputusannya meninggalkan Taiwan semakin bulat setelah Nenek Mu Dan menyebut cintanya dan sang cucu Qin Lang tidak akan berhasil.

Dengan wajah tegar, Xin Lei menemui Xiao Yang dan berjanji bakal meninggalkan Qin Lang. Rupanya diam-diam Xiao Yang telah bersiasat dengan Shang Dong, yang masih menganggap kalau Xin Lei hanya menyukai Qin Lang hanya karena kesepian.

Di rumah, Qin Lang menyesali keputusannya mengusir Xin Lei dan sambil mengetuk pintu kamar, menyebut kalau gadis itu sudah menjadi bagian dari keluarga. Setelah menahan isak tangis, Xin Lei keluar dan menyebut bahwa ciuman dan ungkapan cintanya pada Qin Lang bukanlah hal serius.

Ucapan tersebut sudah tentu tidak dipercaya begitu saja oleh Qin Lang, yang malah meminta Xin Lei untuk tidak lagi membohongi diri sendiri. Siapa sangka, ucapan itu malah membuat Xin Lei meledak dan melontarkan serentetan ungkapan perasaan yang dipendamnya selama ini.

***

Malamnya ketika Xin Lei (berpura-pura tidur), Qin Lang masuk kedalam kamar dan menumpahkan semua perasaan dan kesedihannya yang bakal ditinggal pergi. Ia tidak sadar ketika berbicara dengan nada terisak, Xin Lei mendengarkan semuanya sambil menahan air mata yang terus menetes.

Akhirnya tiba saat bagi Xin Lei untuk pergi. Saat berpamitan dengan Qin Lang dan keluarga, dengan mata kepalanya sendiri ia melihat pertengkaran antara A Da, yang memaki-makinya sebagai gadis tidak tahu diri, dan Qin Lang (yang berusaha membelanya).

Dengan mengeraskan hati, Xin Lei melangkah keluar di rumah meski Qin Lang sekeluarga memperlihatkan tatapan tidak rela. Begitu masuk kedalam mobil yang telah disiapkan Shang Dong, barulah ia menangis sejadi-jadinya. Melihat raut muka gadis yang dicintainya itu, Shang Dong cuma bisa terdiam.

Begitu sampai di hotel, Shang Dong menyebut siap membahagiakan Xin Lei dan bakal mengajak gadis yang dicintainya itu tinggal dirumahnya sebelum kemudian meneruskan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Namun, yang dipikirkan Xin Lei cuma sertifikat rumah keluarga Qin Lang. Begitu ada kesempatan, ia langsung menelepon Xiao Yang dan meminta gadis kaya-raya itu menepati janjinya.

Qin Lang berusaha membujuk Xin Lei untuk kembali menemuinya lewat Bi Zhu namun ditolak. Dari gadis yang merupakan sahabat dekat Xin Lei itu, Qin Lang akhirnya tahu kalau apa yang pernah diucapkan Xin Lei ternyata benar. Sementara itu di restoran, Xin Lei akhirnya tahu kalau Shang Dong bekerja sama dengan Xiao Yang untuk memisahkan dirinya dan Qin Lang.

Merasa ada sesuatu yang aneh, Qin Lang memacu sepedanya untuk pergi ke hotel tempat Xin Lei berada. Padahal, yang dicari malah berada di pasar malam dan nyaris saja kembali menemui Nenek Mu Dan kalau saja tidak ditahan oleh Shang Dong. Dengan suara pelan saat kembali ke hotel, Shang Dong menyebut siap memutar ulang waktu supaya Xin Lei bisa kembali mencintai dirinya seperti saat-saat indah di Shanghai.

Setelah bertemu dengan pria yang pernah menipunya hingga harus tinggal di Shanghai selama beberapa waktu, peruntungan Qin Lang mulai berubah. Perusahaan sepatu tempat Bi Zhu bekerja menyatakan tertarik dengan desain yang pernah dibuatnya di sepatu Xin Lei, dan meminta Xin Lei untuk menghubunginya.

Dari pertemuan itu, Bi Zhu akhirnya tahu latar belakang kenapa Xin Lei harus pergi. Belum sempat berbicara banyak, pembicaraan mereka terputus oleh telepon dari A Da yang menyatakan kalau Qin Lang menghilang dari rumah. Dengan penuh kecemasan, Xin Lei (yang diantar Shang Dong) langsung bergegas ke tempat dimana dirinya pernah diberi lukisan lampu ajaib.

Dugaannya ternyata tidak salah, Qin Lang memang ada disana. Di kesempatan yang semakin sempit, keduanya akhirnya bisa mengeluarkan apa yang dipendam selama ini meski Xin Lei tidak memberitahu kalau alasannya pergi adalah demi menyelamatkan rumah Nenek Mu Dan.
Cara Cepat Hamil

Terimakasih telah membaca artikel Corner With Love Eps 15 anda bisa membaca artikel yang berkaitan dengan Corner With Love Eps 15 dibawah ini. semoga bermanfaat

Posting Terkait :




0 comments: